Rangkaian Kegiatan Ritual "Dekah Desa" Dusun Pabegran Desa Semawung Kab. Boyolali
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Kegiatan tradisional yang berlangsung selama dua hari, Selasa Legi dan Rabu Pahing, mencerminkan kekayaan budaya dan spiritualitas masyarakat yang berpadu harmonis antara nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal.
Pada Selasa Legi, kegiatan dimulai pada pukul 18.00 WIB dengan kultum dan pengajian. Praktik ini menjadi wujud nyata kebersamaan masyarakat serta bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas segala anugerah yang telah diberikan. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pentas seni dan karawitan mulai pukul 20.00 hingga selesai. Pertunjukan ini menunjukkan bahwa syiar Islam tidak melulu disampaikan secara verbal. Islam dapat dikenalkan dan diteguhkan melalui pendekatan budaya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, seperti seni dan musik tradisional.
Memasuki hari Rabu Pahing, kegiatan dimulai sejak pagi hari. Pada pukul 07.00 hingga 07.30, dilakukan penyembelihan kambing, yang menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas hasil panen, keselamatan desa, serta keberkahan hidup secara menyeluruh. Kegiatan berlanjut dengan memasak bersama (sinoman) dari pukul 07.30 hingga 09.00, yang memperlihatkan semangat gotong royong dan kekeluargaan antarwarga.
Pukul 09.00 hingga 10.00 diisi dengan pembukaan dan sambutan, kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan karawitan dari pukul 10.00 hingga 11.30. Pada pukul 11.30, masyarakat menggelar kirab gunungan, sebuah arak-arakan simbolik yang tidak hanya melestarikan budaya lokal, tetapi juga menjadi media dakwah Islam yang membumi. Pesan-pesan keagamaan disampaikan melalui cara-cara tradisional yang telah lama hidup dalam tradisi masyarakat.
Setelah istirahat, shalat, dan makan siang (ishoma) pukul 12.00–12.30, acara mencapai puncaknya pada pukul 12.30 dengan digelarnya slametan dan kenduri. Inilah momen utama sebagai ungkapan rasa syukur kolektif masyarakat atas segala berkah yang diterima — baik berupa hasil pertanian, keselamatan, maupun keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui rangkaian kegiatan ini, terlihat bahwa nilai-nilai religius dan tradisi budaya berjalan beriringan, saling menguatkan dalam menjaga harmoni kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar