TRADISI “DEKAH DESA” DUSUN PABREGAN DESA SEMAWUNG KAB. BOYOLALI


Tradisi "dekah desa" yang dilakukan oleh masyarakat ujung utara Kecamatan Andong di Kabupaten Boyolali yakni Dusun Pabregan, termasuk daerah pelosok dan terkenal masih tradisionalis yang kental akan warisan leluhur. Selama ratusan lebih tradisi ini tetap konsisten menjaga amanah nenek moyang desa dalam pelaksanaan ritualnya. Menariknya, kepercayaan masyarakat akan salah satu tokoh terpandang yang dipercaya membawa keberkahan serta kesuburan yakni "Mbok Sri".

Menyelami lebih dalam, tradisi ini dilakukan setiap satu tahun sekali dan jatuh setiap hari Rabu Pahing setelah masa panen masyarakat dukuh. Namun, pengaruh modernitas dan budaya luar lewat para perantau desa menjadikan tradisi ini harus mampu menyesuaikan kondisi dan pemikiran masyarakat yang kian maju dan terbuka. Keinginan untuk tetap melestarikan budaya ini dari para tokoh pendahulu membawa pada konsisten pelaksanaanya untuk terus menyebarkan risalah dakwah Islam. Jika dihubungkan, kaitan antara keduanya tercermin pada nilai persatuan, wujud syukur, yang telah menyatu pada ritual "dekah desa" menciptakan satu keharmonisan sekaligus secara leksikal mengandung makna spiritual dari sisi pemberian sedekah tiap masyarakat untuk dapat mewujudkanya.

Ritual dilaksanakan selama dua hari dalam agenda acara pembukaan (grand opening) dan acara inti dekah desa, dimulai setelah Maghrib dengan serangkaian acara Islami. Acara dibuka dengan kultum singkat oleh tokoh agama dipimpin oleh Ustadz Ahmad Mufatah. Sebelum kegiatan inti dimulai, tokoh agama setempat biasanya menyampaikan kultum singkat yang berisi nilai-nilai keislaman seperti pentingnya bersyukur kepada Allah SWT, menjaga silaturahmi, serta makna ibadah sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan pengajian umum yang mengundang warga dari berbagai kalangan. Materi pengajian umumnya dikaitkan dengan makna syukur dalam Islam, serta pentingnya melestarikan tradisi lokal yang bernilai positif. Dengan cara ini, kegiatan dekah desa tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga menumbuhkan rasa dermawan, sikap empati, menjaga tali silaturrahim dan lain sebagainya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rangkaian Kegiatan Ritual "Dekah Desa" Dusun Pabegran Desa Semawung Kab. Boyolali